PETUNJUK TEKNIS LT 2 GERAKAN PRAMUKA PENGGALANG

II . Petunjuk Teknis
II.1   PESERTA
        1.  Peserta datang 15 menit sebelum upacara pembukaan,
        2.  Menghadap panitia yang bertugas di daftar ulang dengan bersaf. Kemudian melapor kepada    panitia. “ lapor, peserta dengan undian .... ijin menghadap dan siap menerima instruksi “ setelah aba – aba laksanakan lalu peserta menyerahkan yang di perintahkan panitia saat daftar ulang.
 3.   Laporan selalu dilakukan saat peserta akan mengikuti lomba yang akan dilaksanakan.
   4. Peserta akan mendapatkan isyarat semboyan untuk berkumpul dengan memanggil      ketua/perwakilan  tiap regu dengan kode ( ...- ) secara terus menerus menggunakan pluit, dan kode      ( ... ) secara terus menerus untuk panggilan semua anggota.
 5.  Peserta dilarang membawa HP.

II.2   PENGURANGAN NILAI
1. Terlambat daftar ulang – 50 dari Nilai Akhir ( NA )
2. Tidak bisa mengikuti perlombaan – 50 dari NA
3. Sakit disaat perlombaan – 50 dari NA
4. Melebihi waktu yang telah disediakan – 50 dari NA
5. Berbuat curang – 100 dari NA
6. Bonus poin untu setiap regu 1000 poin
7. Regu akan di sanksi apabila menerobos pagar dan masuk ketenda lawan jenis tanpa izin

II.3  TATA LAKSANA REGU
Tata Laksana Regu yang terdiri dari Persaratan Peserta dan Administrasi Regu dengan lampiran
A. Persaratan Peserta yang dimasukan kedalam Map Merah :
     1. Formulir Pendaftaran
2. Daftar anggota Regu

II.4   TATA PERKEMAHAN
Regu bekerja sama membangun perkemahan yang disesuaikan dengan arah angin dan kebutuhan dengan menggunakan simpul dan ikatan yang kokoh dan kuat.

II.5   KEHIDUPAN BERKEMAH
Regu bekerjasama melengkapi perkemahan dengan kebutuhan - kebutuhan perkemahan.

II.6   DINAMIKA REGU
Semua regu berkreativitas menujukan kekompakan dan keserasian regu berupa yel – yel, lagu ataupun gerakan selama kegiatan berlangsung.

II.7   WAWASAN KEBANGSAAN
Perwakilan regu ( 2 Orang ) untuk mengikuti wawasan kebangsaan dengan jenis uji pengetahuan dan wawasan seputar kebangsaan dengan teknis perlombaan rengking I.

II.8   WAWASAN KEPRAMUKAAN
Perwakilan regu ( 2 Orang ) untuk mengikuti wawasan kepramukaan dengan jenis uji pengetahuan dan wawasan seputar kepramukaan dengan teknis perlombaan rengking I.

II.9   SENI
Perwakilan regu ( dengan jumlah tidak dibatasi/Mak 8 Orang ) untuk unjuk kebolehan tentang seni budaya antara lain:
1.      Melukis (wajib 1 orang)
2.      Pentas Seni (nyanyi, nari, drama, puisi, pantun dll pilihan) perorangan atau beregu
3.      Satu orang membuat poster

II.10 MEMBUAT OBATTRADISIONAL
Setiap regu membuat jamu tradisional saat lomba. Sedangkan bahan-bahanya boleh diracik di seolah( bahan setengah jadi)

II.11 FORUM PENGGALANG
Perwakilan regu ( 2 Orang ) untuk mengikuti kegiatan Forum Penggalang dengan teknis debat antar anggota dengan tujuan memecahkan masalah dengan tema “ kebangsaan“.

II.12 PIDATO
Perwakilan regu ( 1 Orang )  Pidato Bela Negara dengan tema dan teks yang Panitia sediakan atau hasil pembuatan regu dengan tema :

• Tema Pidato Bela Negara
- Pentingnya keutuhan NKRI
- Pramuka adalah perangkat persatuan bangsa
- Bhineka Tunggal Ika adalah Anugrah

II.13 ISYARAT DAN SEMBOYAN
Satu Regu Utuh ( 8 Orang ), dengan membawa bendera semaphore, bendera morse dan pluit dengan tugas .
1. Tiga orang bertugas Morse terdiri dari 1 orang penyampai pesan, 1 orang penerima pesan dan 1  
    orang mencatat pesan.
2. Tiga orang bertugas Smaphore terdiri dari 1 orang penyampai pesan, 1 orang penerima pesan dan 1      orang mencatat pesan dan.
3. Dua orang bertugas di sandi – sandi

II.14 PETA DAN KOMPAS
Satu Regu Utuh ( 8 Orang ), membawa HVS, papan dada, alat tulis dan kompas bidik dengan rincian:
1. Tiga orang bertugas di peta topografi
2. Tiga orang bertugas di peta Panorama
3. Dua orang bertugas di peta pita

II.15 MENAKSIR DAN KIM
Satu Regu Utuh ( 8 Orang ), Membawa HVS, papan dada dan alat tulis dengan rincian :
1. Tiga orang menaksir tinggi pohon
2. Tiga orang menaksir lebar sungai
3. Dua orang bagian KIM ( Kemampuan Indera Manusia )

II.16 PIONERING, TALI DAN IKATAN
Satu Regu Utuh ( 8 Orang ), membawa tali pramuka, tongkat dan alat tulis dengan rincian :
1. Empat orang membuat menara tiang bendera menggunakan 7 tongkat
II.17 HALANG RINTANG
Perwakilan regu ( 4 Orang ) dengan melakukan estafet ;
1. Orang pertama Star langsung sprint + jalan merangkak
2. Orang ke dua Jembatan gantung
3. Orang ke tiga Jembatan titian balok
4. Orang ke empat Jembatan satu tali + Sprint ke Finish
5. Pemenang diambil dari waktu tercepat

II.18 SENAM PRAMUKA
Semua peserta harus mengikuti senam pramuka setiap pagi

II.19 HASTA KARYA
Perwakilan regu ( 8 Orang ) dengan ide dan kreativitasnya dibebaskan membuat hasta karya dengan bahan – bahan sederhana dengan :
Peserta Membawa     :
1.    Barang bekas dengan setengah jadi dan dirangkai  di bumi peremahan
2.    Peralatan yang digunaan

II.20 PENGETAHUAN KESEHATAN DAN PPPK
Regu utuh ( 8 Orang ) membidai cara mengatasi patah tulang dan membuat tandu

II.21 LOMBA MASAK
Setiap regu membuat masakan khas asam pedas.
Untuk perlengkapan bumbu masakan dapat diracik di seolah masing-masing dan masaknya waktu perlombaan berlangsung.

II.22 LKBB
Satu regu utuh 8 orang dengan ketua memimpin di depan. Adapun gerakan dasar yang harus di tampilkan dan boleh di tambah actiaon/fariasi yaitu: priksa kerapian, posisi siap, hormat, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, serong kanan serong kiri, jalan di tempat, istirahat di tempat, haluan kanan, haluan kiri, belok kanan, belok kiri, langkah tegap, melangah biasa(kedepan, kebelakang, kekanan, kekiri)

II.23 KETENTUAN JUARA
Setiap mata lomba akan diberikan nilai sesuai dengan kriteria penilaian, setip regu yang memperoleh nilai paling tinggi akan mendapatkan wample terbaik I, II dan III sesuai dengan urutannya. Dan bagi peserta yang mendapatkan nilai terbanyak dari semua mata lomba akan mendapatkan piala Juara terbaik I, II dan III dan juara harapan I, II dan III dengan satuan rugu terpisah Pa dan Pi.

II.24 PENDAFTARAN PESERTA
Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,- /regu Perpangkalan dengan mengirimkan regu utuh Pa dan Pi
Membuat panorma atau sketsa pemandangan, disebut juga peta panorama, merupakan salah satu teknik kepramukaan (scouting skill) yang harus dikuasai pramuka. Keterampilan membuat panorama atau sketsa pemandangan kerap kali menjadi materi dalam lomba kepramukaan bersama dengan menaksir tinggi, menaksir lebar sungai, peta pita, dan peta lapangan.

Panorama adalah membuat gambar suatu pemandangan (medan alam) dalam bentuk sketsa (gambar sederhana) yang menunjukkan suatu daerah dengan sudut pandang tertentu. Panorama berguna untuk melukiskan situasi dan kondisi suatu tempat pada satu waktu. Sehingga ketika suatu saat kembali lagi ke daerah tersebut kita akan dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi.

Namun membuat sketsa pemandangan, panorama, atau peta panorama, berbeda dengan melukis pemandangan pada umumnya. Dalam membuat panorama mempunyai beberapa aturan yang membedakannya dari gambar biasa, baik segi peralatan dan teknik menggambar.

Alat-alat yang harus disediakan antara lain; kertas gambar, pensil (untuk menggambar), penggaris, bolpoint (untuk menulis data-data), kompas, dan alat pembidik. Alat pembidik merupakan alat khusus dengan lubang berbentuk persegi panjang dengan dua garis bersilangan di tengahnya. Alat pembidik bisa dibuat dengan melubangi karton atau menggunakan bungkus korek api.


Alat pembidik untuk panorama atau sektsa pemandangan

Cara Membuat Panorama (Sketsa Pemandangan)
Cara membuat panorama (sketsa pemandangan) adalah sebagai berikut :
Cari Arah sebagaimana yang ditugaskan dengan menggunakan kompas bidik (biasanya dalam kisaran derajat, misalnya; antara 1500 s.d. 2100). Jika arah hanya diberikan satu sudut (semisal 1400), arah dibuat dengan patokan ditambah 300 dan dikurangi 300 sehingga menjadi 1400 + 30 = 1700 dan 1400 - 300 = 1100, jadi arah yang dibuat panorama menjadi antara 1100 s.d 1700. 
Bidik dengan kompas arah satu benda (lebih baik benda yang terlihat menonjol) sebagai titik pusat. Catat arah (dalam derajat) titik pusat tersebut. 
Lihat obyek yang akan digambar dengan menggunakan alat pembidik dengan titik pusat tepat di titik pusat alat pembidik dan sisi kanan kiri tidak melebihi arah yang ditentukan 
Gambar semua obyek yang tertangkap dalam alat pembidik. Obyek yang digambar adalah obyek yang tidak bergerak (berubah tempat). Sehingga benda-benda yang bersifat sementara atau berpindah tempat seperti mobil, hewan, awan, dan orang tidak perlu digambar.
Setiap benda beri arsiran yang berbeda, dengan ketentuan; 
Obyek yang dekat diberi arsiran yang rapat 
Obyek yang lebih jauh dengan arsiran yang lebih jarang. 
Pada bagian atas (pojok kiri) gambar, beri gambar anak panah yang menunjukkan letak arah utara.
Bagi bagian bawah gambar menjadi tiga bagian. Dan pada masing-masing bagian tuliskan :
Bagian pertama, tuliskan identitas regu pembuat, seperti nama regu, nomor kapling perkemahan atau nomor peserta lomba, pangkalan, gugusdepan, kwartir ranting, dll.
Bagian kedua, tuliskan waktu dan tempat pembuatan, seperti hari, tanggal, jam, dan tempat pembuatan sketsa pemandangan, arah (besar derajat) titik pusat, dan keadaan cuaca.
Bagian ketiga, tuliskan keterangan gambar untuk masing-masing arsiran.  
Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut

Laporan panorama atau sketsa pemandangan

Itulah cara membuat panorama atau sketsa pemandangan. Untuk mempelajari cara ini lebih detail tentu perlu bimbingan dari kakak pembina pramuka di gugusdepan masing-masing. 















CARA MENAKSIR TINGGI DAN LEBAR

22
APR
Menaksir adalah memperkirakan (mengira-ngira) tinggi suatu pohon, lebar sebuah sungai, arus sungai, jarak perjalanan, keadaan cuaca dan mengukur berat suatu benda.

Sekarang, yang kita bahas adalah tata cara menaksir tinggi dan lebar.

1. MENAKSIR TINGGI



A. PENGERTIAN
Menaksir  tinggi,  pohon    adalah salah   satu  kegiatan  dalam pramuka dimana seorang  peserta  didik  dituntut  untuk bisa  menaksir ketinggian sebuah pohon  dengan menggunakan media dan alat yang sederhana.
Adapun ketentuan Tehnik Menaksir tinggi Pohon adalah :
Dilakukan oleh dua atau tiga orang.
Menggunakan alat bantu meteran/ langkah dan tongkat 2 meter.
Perlengkapan alat tulis.
B. PELAKSANAAN

Salah  seorang  berdiri  di  bawah  pohon,  kemudian  melangkah ke depan sepanjang misalnya 8 meter.
Tepat  dilangkah  ke  8  meter  salah  seorang  tiarap  dan  membidik ujung pohon.
Seorang lagi memegang tongkat 2 meter melangkah secara  perlahan ke arah pohon atas perintah komando yang membidik.
Kalau  sudah  lurus  bidikan  antara  ujung  tongkat  dan  ujung  pohon maka pembidik teriak stop.
Setelah  itu  diukur  jarak  tongkat  berdiri  dengan  kedudukan  si pembidik (apabila di ketemukan panjang 3 meter)
Selanjutnya di ketemukan kesimpulan sebagai berikut :
Jarak pohon dengan pembidik  : 8 meter.
Panjang tongkat                      : 2 Meter.
Jarak tongkat dengan pembidik : 3 Meter.
Dengan demikian hasilnya adalah : 2 X 8 : 3 = 5 1/3.

Jadi tinggi pohon diperkirakan/ ditaksir +  : 5 1/3 meter
Dengan RUMUS :  AB : AD = BC : DE
Keterangan :
 AB : Jarak penaksir dengan tongkat
BD : Jarak tongkat dengan pohon
AD : AB + BD
BC : Panjang tongkat
DE : Tinggi Pohon
2. MENAKSIR LEBAR

Cara- cara menaksir lebar ( dengan ilmu ukur segitiga siku-siku) adalah sebagai berikut :
a. Tetapkan checkpoint A diseberang sungai
b. Jadikan tempat kita berdiri sebagai titik B
c. Buat sudut 90 derajat dan bergerak ke C sebanyak  x langkah ( x adalah jumlah langkah)
d. Lanjutkan melangkah ke D dengan 1/2 x langkah (1/2 x langkah adalah jumlah langkah)
e. Dari titik D buat sudut 90 derajat dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A ke C
f. Tempat berdiri, berada di satu garis lurus
g. Berhenti setelah A, C, dan E berada di satu garis lurus

h. Dengan Demikian Lebar Sungai : AB = 2 DE

Comments

Popular Posts